Wednesday, 4 December 2013

Masalah Seputar Bell Siphon

Ternyata semakin hari semakin banyak yang ingin menanam dengan sistem akuaponik (Aquaphonic). Memang sistem ini menarik, karena menawarkan sesuatu yang baru dan berbeda, meskipun sebenarnya di alam bebas pun kita bisa banyak menemui, hanya saja kita belum mengenalnya. Dari tulisan saya yang berjudul "Cara membuat Bell Siphon" dan "Update-Cara Membuat Bell Siphon" ternyata banyak yang mencoba untuk mempraktekkannya. Dalam prosesnya, ternyata ada yang menemui permasalahan dan itu adalah sesuatu yang wajar, karena dengan masalah-masalah  itu sistem yang kita miliki bisa semakin lebih baik dan bahkan menjadi lebih sempurna. 
Pada tulisan ini, akhirnya saya berusaha mencoba merangkum permasalahan itu dan mencoba mencari solusinya. Tentu solusi itu saya dapatkan dengan cara melakukan eksperimen, karena dengan cara itulah saya bisa  benar-benar mendapatkan solusi terbaik.
Tapi saya bukanlah seorang ahli, jika memang ada yang menemukan solusi yang lebih baik dan benar tentu akan menjadi sebuah masukan yang sangat baik dan akhirnya sistem yang kita buat akan menjadi benar-benar sempurna, dan bagi pembaca yang tertarik tentu akan sangat-sangat berguna.


1. Apakah Menggunakan selang aerator adalah kebutuhan wajib ? 

Sistem air surut
Menggunakan selang aerator seperti apa yang saya buat adalah bukan kebutuhan wajib artinya kita bisa membuat sistem air surut tanpa menggunakan selang aerator. Kita bisa membuat titik terendah dengan membuat lubang di pralon secara langsung pada  sistem air surut. Sebagai gambaran seandainya kita ingin titik terendah air surut berada di sekitar titik 1, maka kita bisa membuat lubang di titik tersebut, demikian juga jika ingin titik terendah ada di sekitar titik 2, lubang dapat kita buat di sekitar titik tersebut, hal tersebut berlaku untuk titik-titik yang lain. Tapi tentu jangan membuat 2 titik secara langsung, ketika kita ingin titik terendah berada di titik 2, tetapi kita membuat lubang pada titik 2 dan pada titik 1 maka air surut terendah akan terjadi pada titik 1. 

2. Apakah Sistem air pasang bisa menggunakan ukuran yang lebih besar ?


Sistem air pasang

Tentu bisa, tapi ada yang perlu diperhatikan yaitu debit air. Semakin besar sistem pasang yang kita buat tentu harus diimbangi dengan debit air yang akan masuk ke sistem tersebut. Saya sudah mencoba bereksperimen dengan ukuran 1" dan memang bisa tapi degan debit yang lebih besar.
    
3. Air sudah mencapai pasang maksimal, tetapi tidak bisa surut.
Kemungkinan ada beberapa hal yang menyebabkan masalah tersebut, yaitu karena sistem yang mengalami kebocoran terutama pada bagian sistem air surut,  debit air yang terlalu kecil atau sebaliknya debit air yang terlalu besar. Jika kebocoran terjadi maka air yang masuk ke dalam sistem air pasang tidak bisa saling menutup, sehingga bisa digambarkan air sungai yang masuk dan keluar danau melalui sungai yang berbeda, demikian juga untuk debit air yang masuk terlalu kecil. Untuk debit yang terlalu besar yang melebihi debit maksimal dari pralon pada sistem air pasang maka tidak akan terjadi surut, bahkan yang terjadi air akan luber.

4. Apakah bagian perisai harus diberi lubang-lubang sampi ke ujung bagian atas ?
Tentu tidak perlu, hanya dari pengalaman, ketika media tanam sudah berjalan lama maka akan banyak akar tanaman dan endapan kotoran, hal tersebut tentu akan menyebabkan lubang-lubang tertutup dan air yang masuk ke bell siphon bisa terhambat, atau dengan kata lain semakin banyak lubang maka air yang akan keluar melalui bell siphon akan semakin lancar. 

5. Mengapa harus memakai pipa pralon, bukan memakai barang bekas seperti botol sprit, dll ?
Ya... alasan saya memakai pralon, karena masalah keawetan, keindahan dan kelancaran. Untuk hanya sekedar ujicoba dan belajar tentu tidak masalah, akan tetapi apabila sudah kita terapkan tentu berbeda. Kita tentunya tidak ingin banyak masalah terjadi, disisi lain kita berharap apa yang kita buat tentu bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama. Pada ujicoba saya yang pertama yaitu Akuaponik Mini bahan untuk bagian air pasang hanya menggunakan ujung dari botol sprit yang saya potong dan memang bisa berjalan dengan baik, akan tetapi semakin lama masalahpun semakin sering ditemui.

6. Mengatasi bell siphon karena debit air yang kurang.
Kita sudah terlanjur membuat bell siphon, tenyata setelah dicoba tidak berfungsi karena debit air yang terlalu kecil. Untuk mengatasinya, kita dapat memasukkan selang (panjang cukup 5 cm) ke dalam pralon pada sistem air pasang (lihat gambar di bawah).

Memasukkan selang ke sistem air pasang. 

Kebetulan kasus tersebut pernah saya alami. Air dari kolam saya alirkan menggunakan 1 pompa yang kemudian saya bagi empat untuk disalurkan ke masing-masing media tanam. Salah satu sistem sering mengalami masalah karena mendapatkan debit yang paling kecil. Akhirnya saya atasi dengan memasang selang ke sistem air pasang, dan sampai sekarang tidak bermasalah lagi. Ukuran pralon 3/4" dan selang 3/4" , supaya bisa masuk harus dilakukan pemaksaan  he......


Bisa memakai siku, masih kurang tambah increaser/reducer.


Atau kita dapat juga memberi siku (yang diberi tanda lingkaran pink), adanya siku akan sedikit menghambat laju dari air. Jika masih kurang bisa menambah pipa increaser/reducer (yang diberi tanda lingkaran kuning), hasilnya jauh lebih baik.

Jangan lupa untuk menjaga kebersihan pompa air kolam, bersihkan secara berkala untuk menjaga keawetan pompa dan tentunya menjaga kestabilan debit air. Jangan lupa pula membersihkan jalur pipa air, karena dalam waktu lama akan terdapat kotoran yang menghambat aliran air.

Sangat penting menjaga kebersihan pompa air kolam.

Mungkin sekian dulu, apabila ada kesulitan lain yang datang, tentu akan saya tambahkan.
Semakin lebih baik.... itu harapan untuk kita semua....
Semoga bermanfaat...

51 comments:

  1. mantab mas, saya memang punya kolam koi tapi tidak besar.. akan tetapi airnya selalu cepat kotor. Saya tertarik sekali sama tulisan anda ini segera saya praktekan. Sebagai share aja,.. dulu saya pernah riset dan ujicoba langsung mengenai cara membuat sirkulasi melalui selang tanpa mesin pompa dengan memanfaatkan gravitasi tapi selalu gagal meskipun sudah saya modifikasi panjang dan kukuran selang atau menggunakan jeriken yang digantung supaya air bisa ber sirkulasi.. untuk masalah bel siphon ini gak ada ruginya saya coba semoga nanti bisa berhasil dan nambah pengetahuan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Mas.
      Wah kalo pernah riset dan melakukan ujicoba nanti bisa mengembangkan bell siphon menjadi lebih bervariasi Mas, bahkan apa yang menjadi kelemahan bisa teratasi. Nanti kalo ada pengalaman lagi bisa di share Mas, siapa tahu bisa berguna lebih bagi yang lain.
      Penggemar koi juga Mas...? semoga kolam koinya bisa bermanfaat lebih Mas dengan adanya akuaponik.
      Sekali lagi terimakasih, semoga bermanfaat.

      Delete
  2. mas, Dwi langsung sudah saya praktekan dan ternyata benar airnya bisa surut.. debit air keluarnya setelah keran dimatikan kenceng banget.. berikut ini saya sertakan gambar uji coba saya http://ubuntuone.com/7WSO9vafTffLMvAgaHRlCg tapi saya hanya lubangin tanpa menggunakan selang aerator. sekali lagi makasih bnyk mas Dwi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mas, makasih kembali, saya sangat senang mendengarnya.
      Siip Mas..( bingung nih Mas/Mbak he..), saya juga sudah liat gambarnya..mantap...
      Ga papa Mas kalo gak pake aerator, yang penting sudah pasti, mau seberapa tinggi air surut.
      Semoga berikutnya bisa dikembangkan..
      Sekali lagi terimakasih Mas/Mbak..

      Delete
    2. Mas Nanang, Kalo media tanam pake ijuk (basanya pake bikin sapu hitam) bisa gak yah? atasnya baru kasih kerikil.. soalnya saya kesulitan nyari kerikil.. thanks

      Delete
    3. Terimakasih Mas.
      Sebenarnya bisa saja Mas, mungkin yang jadi permasalahan, ijuk membusuk atau tidak ketika direndam terlalu lama, dan ada pengaruh buruk atau tidak terhadap ikan, saya belum pernah mencoba, mungkin bisa dicoba Mas.
      Kalo tidak ada kerikil bisa dicoba pecahan genting, batubata Mas, asal jangan pecahan kaca he...
      Dicoba saja apa yang tersedia di sekitar kita, nanti hasilnya bisa di share biar berguna bagi yang lain Mas.. he...
      Makasih Mas.

      Delete
  3. ijuk biasanya pake filter air sumur galian supaya air sumbernya tetap jernih. mas saya mau nanya kalo pake bell siphon gini berapa lama biasanya mas kuras kolam koi nya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Mas.
      O itu, perlu dicoba Mas, karena fungsi dari media tanam mungkin lebih sebagai pijakan untuk tanaman.
      Kebetulan yang akuaponik ikan koi baru jalan sekitar awal tahun 2014, saya kuras waktu itu karena penuh abu Gunung Kelud. Nanti kalo sudah berjalan lama kita share sama-sama Mas, pertanyaan yang bagus itu Mas.
      Makasih banyak Mas.

      Delete
  4. Replies
    1. Terimakasih Mas Budi...
      Selamat mencoba Mas.... he...

      Delete
  5. Dicoba pelan2 ach...maklum ibu2.perlu dpraktekkan nih bel siphon

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat mencoba ya Ibu Mieke... yakin pasti berhasil....
      Kalo ada masalah bisa ditanyakan Ibu....
      Terimakasih...

      Delete
  6. maaf mau nanya kenapa bell shiphon saya tidak mau surut sampe titik selang akuator.....apa pipa dari sistem pasangnya kebesaran ya? hingga ada udara masuk dari bawah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siang Mas Dody...
      Berarti mengalir terus tidak mau berhenti Mas, kalok misalnya pompa dimatikan bisa surut tidak Mas.. Mungkin bisa karena debit air yang masuk ke media tanam terlalu besar, coba pipa air yang masuk dipasang kran sehingga bisa diatur besar kecilnya.. Dicoba Mas ada perubahan tidak.
      Terimakasih..

      Delete
    2. bisa surut mas....cuman gak mau sampe selang akuator bawah....baru ditengah sudah berhenti seperti ada angin masuk..... akan saya coba kecilkan air yang masuk dulu..... trima kasih atas bantuannya...sukses selalu

      Delete
    3. Ok Mas... jangan menyerah... pasti bisa... hehe...
      Sukses selalu juga Mas Dody

      Delete
  7. Sebelumnya Minal aidin mas mohon maaf lahir batin. Ini saya mau konsultasi setelah pasang bel siphon di kolam saya. Biasanya sebelum pasang tiap minggu saya harus kuras kolam karena airnya keruh. Tapi sekarang setelah pasang dan saya tanamin buah tomat sudah mulai berbuah lebat seperti tampak pada foto yang saya upload https://lh3.googleusercontent.com/-7iwJ20TYKvs/U9bgZGxUo_I/AAAAAAAABRw/KWQXowLnURM/w567-h425-no/CIMG2443.JPG tsb kolam saya harus isi air sekitar 150 liter karena berkurang. 1. apakah kolam saya memang bocor? 2. ataukah proses oksidasi tanaman tomat tsb sehingga kolam saya airnya berkurang? thanks atas sharing sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trimakasih dan Minal Aidin juga ya Mas...
      Apa kabar..., sudah lama tidak mampir ternyata masih ber-akuaponik... Wah... itu tomatnya lebat banget Mas.. Mantap ikut senang Mas... Kalo harus mengisi air sebanyak 150 liter, mungkin karena bocor, bisa di kolam atau di pemipaan.. untuk pemipaan coba ditelusuri secara teliti apakah ada tetesan air dari sambungan pipa. Jika memang tidak ada masalah dari kolam dan pemipaan, mungkin bisa penyerapan akar tanaman dan penguapan, dan kalo sebanyak itu, saya juga baru tahu... Coba di cek Mas, nanti kasih info, saya juga penasaran....
      Tapi untuk yang saya alami, faktor tanaman tidak sebanyak itu...
      Terimakasih Mas.. ditunggu infonya...

      Delete
  8. asumsi saya aja ini mas saya belum sempat ngecek, kalo untuk tanaman selebat itu per minggu 150 liter mungkin dipake oksidasi tanamanya mas soalnya tiap hari terpapar sinar matahari juga.. ngisi kolam saya gak keberatan lol,. dari pada dulu perminggu saya harus kuras dan bersihin kolam. tapi sekarang cuman isi ulang aja. + bonus buah tomat.thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enaknya akuaponik, banyak kesibukan tapi tanaman tetap menghasilkan hehe...
      Setuju Mas, daripada nguras jatuhnya lebih banyak he... taneman tomatnya mantap Mas... Bisa dikembangkan lagi Mas....
      Terimakasih...

      Delete
    2. iya mas, tenang aja itu sebenarnya masih percobaan. Rencana kedepanya saya mau tanem strawberry. . punya artikelnya gak mas untuk strow berry nya. thanks

      Delete
    3. Wah Mantap Mas... untuk strowbery tempat saya kurang cocok Mas, mungkin kelak akan mencoba juga Mas, dulu pernah menanam di tanah hanya beberapa, tapi kurang terawat hehe... untuk artikel kebetulan tidak punya Mas, tapi strowbery termasuk mudah untuk ditanam Mas...
      Selamat berkreasi Mas.... hehe

      Delete
    4. sip deh kalo gitu.. ntar aku update strowberynya

      Delete
  9. Boleh tanya ya mas....ukuran kecepatan air dari pompa apakah pengaruh dgn ukuran lebar PVC? Kalau utk ukuran pompa yg 700 L/jam, ukuran PVCnya brpa ya? Maturnuwun...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh Mas... Kalo pake ukuran pompa yang kecil, lebih baik pake ukuran pipa yang kecil juga, karena air lebih kencang, dan jangkauan ke atas lebih tinggi... Kalo diaplikasikan dengan pipa yang besar tentu alirannya menjadi lemah/kecil... Untuk ukuran 700 L/H, mungkin gunakan pipa yang lebih kecil dari 3/4 Mas...bisa gunakan 1/2" Mas...

      Delete
  10. Mas nanang apa kabar? Gini nih mas, saya coba buat BS ukuran kecil utk bak ukuran kecil dgn ketunggian bak 18cm, pake pipa PVC 1/2", pompa 700L/H. Masalah yg timbul, ktka surut tdk dapat sampai maksimal alias surutnya tdk sampai air stop mengalir kmd pasang. Namun ktka tekan selang air dari pompa hibhga aliran air mengecil, barulah air benar-benar surut hingga stop kmd pasang lagi. Nah ketika air kembali pasang (dlm keadaan selang tetap saya tekan) airnya ga surut2....ketika tekanan pada selang saya lepas, barulah surut tp tdk sampai stop surutnya...apakah ini krn debit air yg bermasalah ya mas ? Mohon ilmu dan solusinya yaa mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyik juga otak atik BS...bisa buat refreshing....hehe...sore hari pulang kantor langsung uji coba BS.
      Oh ya mas, kalau saya mau main kerumah mas nanang, dari perempatan RR jombor terus ke arah mana ya? Saya dari selatan

      Delete
    2. Terimakasih Mas Kresna.
      Iya Mas, itu karena debit air terlalu besar, coba dipasang kran air Mas, sehingga debit bisa diatur.
      Kalo terlalu besar, saat surut tidak bisa berhenti, dan sebaliknya jika terlalu kecil, saat pasang tidak bisa terjadi surut.
      Ok Mas nanti saya PM di FB ya untuk denah arah rumah saya.

      Terimakasih.

      Delete
  11. mas,airnya ngocor terus,kenapa ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngocornya di posisi pasang atau di posisi surut..?

      Delete
    2. di posisi surut,sudah otak atik satu harian belum juga berhasil,tetap kalau sistem surutnya di angkat sedikit kadang mau berhenti.teriakasih sebelumnya.

      Delete
    3. Apakah sudah dicoba air yang masuk ke media tanam growbed dikecilin/dikurangi Mas/Mbak... ?
      Jika posisi pasang masih terus ngocor tidak mau surut kemungkinan debit air masuk yang kurang besar, tapi jika posisi surut tidak mau berhenti, justru air yang masuk yang terlalu besar..
      Apakah sudah dipasang stop kran untuk mengatur debit air yang masuk..?

      Delete
    4. maaf,mas.saya robby.saya sudah pasang keran.jika debit air di kurangi air tidak bisa mencapai puncak,jika di besarin air bisa mengalahkan kucuran yang di bawah,lalu surut dan tak mau berhenti lagi.padahal saya sudah mendengar suara udara yang masuk melalui selang aerator.maaf ya mas ngerepotin,saya dari medan mas.

      Delete
    5. Santai saja Mas Roby... justru dengan adanya masalah saya sendiri jadi semakin lebih memahami dan tentunya semakin lebih pinter he...
      Kalo dilihat dari keterangan Mas Roby sampai bunyi udara, sepertinya hanya di masalah debit saja, coba saat bunyi udara, debitnya dikurangi sedikit saja Mas, jangan banyak banyak....

      Delete
    6. baiklah mas,saya akan lanjutkan perjuangan saya,o ya mas,saya sudah terlanjur punya logyam ikan lele,bermasalah gak ya? trims...

      Delete
    7. Siippp Mas.. Saya yakin pasti akan berhasil... mungkin bisa lebih dipahami cara kerjanya.. dari situ kita akan lebih mudah menemukan solusi..
      Saya hanya bisa memberi solusi dari apa yang mas Robby utarakan, tentu berbeda jika berhadapan langsung... he..

      Maksudnya sudah punya kolam lele Mas... saya kira tidak ada masalah Mas, tinggal dilanjutkan saja...

      Semangat Mas Roby... Terimakasih..

      Delete
    8. longyam maksudnya ada kandang ayam di atas kolam lele saya,bermasalah gak ya dengan tanaman nantinya? btw..bellshipon saya sudah sukses,terimakasih berat atas bimbingan nya,mas...

      Delete
    9. He.. baru tau istilah "longyam"...
      Menurut saya kemungkinan justru bagus Mas, karena nutrisi yang dihasilkan justru semakin lebih lengkap, nanti kalo sudah jadi dan sudah menanam bisa di share Mas, penasaran saya hehe...
      Wah siip Mas kalo sudah lancar, yang penting rajin tengok pompanya, biar debit airnya bisa stabil...
      Terimakasih...

      Delete
    10. stresssss....bel shipon gagal lagi,padahal waktu ujicoba sudah berhasil,tapi setelah buat tiga ember,pompa 3000l/hr,satupun tak ada yang berhasil,setelan keran tiap ember sudah stel habis,ada yang tak mau surut,ada yng tak mau pasang,dan ada yang setelah surut tak mau pasang lagi, pusiiing...,3 jam stel sana sini,otak hampir collaps,help me please,mas....

      Delete
    11. Tenang Mas...
      Justru dengan kegagalan-kegagalan itu Mas Robby akan semakin paham... dulu saya juga sama seperti Mas Roby, apa yang saya tulis adalah buah dari kegagalan yang saya alami tapi pantang menyerah, dan teori yang saya tulis juga buah dari apa yang saya pelajari dari proses itu dan itu butuh waktu yang lama...
      Kalo dengan pompa 3000L/H memang sangat besar Mas...

      Mas Robby tinggal di mana... ? Atau coba difoto Mas bell siphonnya...

      Delete
    12. saya tinggal di Medan mas,malu saya memphotonya karena agak kurang rapi,tetapi kurang lebih sama dengan yang mas buat,terima kasih atas supportnya mas,hari ini ada kemajuan sih,tetapi pas lagi utak atik,eh air gak bisa masuk dari lubang perisai karena banyak kotoran,kayaknya saya harus buat filter dulu.oya mas green house wajib gak ya?.trims...

      Delete
    13. Jauh juga di Medan Mas he...
      betul Mas, memang lebih baik dibuatkan filter atau pengendapan.
      Sebenarnya tidak wajib Mas, tapi menurut saya lebih baik ada, terutama saat musim hujan, terkadang tanaman kita bisa rusak.
      Makasih kembali Mas..

      Delete
  12. maaf ikut kasih saran ke mas Anonim, kemungkinan pompa yang digunakan terlalu kuat untuk ukuran kolamnya
    coba buat/pasang cabang(Tee) sebelum menuju ke tiga ember tadi. Nah untuk cabang yang satunya dipasang kran, fungsinya untuk mengontrol air yang masuk ke ember media tanam. Semoga bermanfaat...!

    ReplyDelete
  13. permisi mas
    saya punyak ,masalah sama sistem pasang surutnya waktu mau surut air sudah keluar mas tapi air yang keluar kok ga bisa berhenti kenapa mas padahal debit air yang keluar dari pompa sudah kecil ?
    mohon bantuannya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trimakasih Mas...
      kalo tidak mau berhenti harus dilihat posisi airnya terlebih dahulu, jika posisi air pasang berarti debit air justru kurang besar hal itu terjadi karena air yang masuk ke pipa bagian dalam tidak mampu saling menutup, coba dibesarkan dulu Mas...
      Trimakasih..

      Delete
  14. nice info mas nanang. saya baru coba bikin akuaponik. Dari semua info, artikel mas ini yang paling mudah dipahamin sama pemula kaya saya. hasilya dari 5 growbed pake pompa 2800 l/h tinggal 2 pot yang debit airnya belum teratasi. masih di utak atik hehe. thanks yah mas. tapi yang mau saya tanya kan saya bikin diatas kolam ukuran 1,5 x 4 m yang diisi nila, koi, sama patin sekaligus. nah apa semua tanaman sayuran sama buah kaya semangka sama melon cocok?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trimakasih Mas Ganjar Fachrudin..

      Ikut senang Mas, semoga yang diutak-atik bisa teratasi segera hehe...

      Kalo saya selama ini menggunakan media dengan sistem pasang surut dan dari pengalaman hampir semua tanaman cocok, karena sistem tersebut lebih mirip dengan sistem kita menanm di tanah... Tapi dalam akuaponik kita perlu memperhatikan filter, jadi proses perombakan amoniak bisa maksimal.

      Trimakasih

      Delete
    2. perawatan filternya seperti apa mas?

      Delete
    3. Untuk perawatan filter tidak repot kok Mas, dalam waktu tertentu hanya mengurangi endapan padat yang sudah menumpuk, dan perawatan pompa dengan cara membersihkannya pada jangka waktu tertentu supaya aliran lancar.

      Trimakasih..

      Delete
    4. oh iya mas.

      thanks sekali lagi buat semua artikelnya. bermanfaat sekali :)

      Delete
    5. Sama-sama Mas, selamat berkreasi dan jangan putus asa bila nanti menemui banyak kegagalan...

      Trimakasih..

      Delete