Saturday, 24 October 2015

Mencoba Memahami "Rumah" Bakteri (Akuaponik)

Dalam akuaponik, bakteri nitrifikasi memegang peranan yang sangat penting bagi kehidupan ikan dan tanaman, kehadirannya, merombak amoniak yang bisa meracuni ikan menjadi nitrit-nitrat yang tidak beracun bahkan menjadi nutrisi bagi tumbuhan. Salah satu sifat dari bakteri nitrifikasi adalah tidak bergerak atau nonmotil dan cenderung melekat pada suatu permukaan benda di sekelilingnya. Dengan sifat tersebut, membuat kita berfikir, jika di dalam filter atau di dalam wadah tumbuh (growbed) hanya ada sedikit benda/media, maka jumlah bakteri tersebut juga sedikit.

Jujur saya sendiri agak kesulitan untuk memahami "rumah" bakteri ini, dan butuh waktu lama untuk paham. Terkadang saat saya sedang, maaf "BAB" he..., saya sering terdiam untuk mencoba memahami, dan mencoba mencari, mengapa banyak artikel menyarankan untuk menggunakan media tertentu dan ukuran yang tertentu pula. Dari pengalaman sulitnya memahami, maka saya mencoba untuk memahami dengan cara saya sendiri. Dalam hal ini saya hanya mencoba memahami dari segi luasan media sebagai tempat bakteri melekat.

1. Jumlah media

Jika mengacu pada sifat bakteri yang melekat pada permukaan benda, maka jika tidak ada benda di dalam filter atau growbed, kemungkinan besar jumlah bakteri akan sangat sedikit. Saya memcoba membuat ilustrasi dengan memasukkan benda dalam sebuah tong.

Semakin banyak benda, semakin banyak bakteri
bisa melekat

Jika kita hanya memasukkan 1 buah benda, maka bakteri akan melekat pada permukaan benda tersebut. Jika semakin banyak benda kita masukkan, maka permukaan yang tersedia akan semakin luas, sehingga kemungkinan besar bakteri yang melekat pada benda-benda tersebut akan semakin banyak.

2. Ukuran media

Untuk 'mendapatkan' bakteri yang banyak, yang kita lakukan tentu bukan hanya mengisi tong supaya penuh dengan benda/media, tapi kita juga perlu mengetahui bagaimana caranya supaya benda yang kita isikan lebih efektif, sehingga bakteri yang menempel akan jauh lebih banyak. Di sini kami mencoba untuk mengetahui, apakah dengan memperkecil ukuran media, bakteri yang menempel akan semakin banyak ?





Dari gambar di atas, kami ingin mencoba mengetahui apa yang akan terjadi dengan luas permukaan sebuah balok utuh, yang kemudian dibagi menjadi 2 bagian, dan dibagi lagi menjadi 4 bagian. Dari hasil perhitungan yang kami lakukan, ternyata menunjukkan, dengan membagi sebuah benda menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, akan mendapatkan luas permukaan yang lebih besar. yang dapat kita ambil di sini, bahwa menggunakan materi/banda yang berukuran kecil, ternyata lebih baik jika dibandingkan menggunakan materi/benda yang lebih besar.
Mungkin itulah alasan mengapa dalam filter sebuah kolam atau akuarium digunakan media yang ukurannya tidak terlalu besar.

3. Media berpori/berongga.

Bagi yang suka dunia perikanan dalam sebuah sistem 'tertutup', peranan filter sangat penting sekali. Di dalam filter sendiri, sering kita jumpai media sebagai rumah bakteri dengan desain berongga, dan pertanyaannya mengapa harus berongga ?. Kami mencoba untuk menghitung dan membandingkan luasan balok tidak berongga dan yang berongga.



Menghitung luasan balok berongga dan tak berongga.

Setelah kami coba menghitung, ternyata balok berongga memiliki luasan yang lebih besar, dan itu artinya dengan bahan/materi berongga tentu akan semakin banyak bakteri yang bisa melekat.

*****

Dari 3 hal di atas, yaitu jumlah media, ukuran media, dan media berongga, tentu ada sedikit gambaran bagaimana kita akan membangun rumah bakteri. Mengapa saya mencoba menghitung dengan benda berbentuk balok, tujuannya supaya mempermudah saja. Mungkin kita bertanya, mengapa bioball bentuknya bulat, berongga dan ringan, demikian juga kaldnes yang memiliki bentuk silinder dengan banyak rongga dan 'sirip', mungkin dengan bentuk yang silinder, bola, akan memperkecil kontak antar permukaan benda, sehingga antar benda tersebut juga terdapat banyak rongga.

Apa yang saya coba pahami ini, hanya menyangkut luasan media saja, tentu masih banyak faktor lain yang akan mempengaruhi. Dan sekali lagi, saya hanya mencoba memahami dengan cara saya sendiri jadi maaf bila ada banyak kesalahan & kekurangan.


Salam Akuaponik

4 comments:

  1. Kayaknya harus make Kaldnes K1 mas, biar proses nitrifikasi labih cepat & efektif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Mas, kalo punya dana lebih bisa digunakan, kalo enggak mungkin pake batu apung yang banyak rongga dan ringan..

      Trimakasih..

      Delete
    2. Saya iseng-iseng search di yutub "kaldnes K1 alternative", dapet salah satu video ini https://youtu.be/ddIcMkbP_-g

      Coba juga search "straw as kaldnes K1 alternative"

      Beberapa orang bilang berhasil meskipun tidak seefektif K1.

      Delete
    3. Trimakasih sekali Mas petunjuknya, kebetulan pernah melihat tapi belum pernah membuat, walau sebenarnya ingin sekali membuat.
      Saya coba lihat video ke-2 yang menggunakan pipa dan sedotan jadi lebih terinspirasi terutama cara memotong dengan pisau yang dipanaskan..

      Trimakasih banyak Mas...

      Delete