Friday, 5 February 2016

Pakan Alami Ikan Akuaponik Wana Wana

Salah satu upaya kami dalam membangun akuaponik adalah dengan memberi pakan alami untuk ikan-ikan kami.  Memang kami masih menggunakan pelet, tapi secara perlahan dominasi pelet akan kami geser dengan pakan alami. Pakan-pakan tersebut bisa didapatkan di lingkungan kami sendiri, karena kami sengaja menanam di pekarangan sempit kami.
Manfaat dengan pakan alami tentu banyak, akan tetapi yang paling jelas terasa adalah berkurangnya biaya pakan dan tidak lagi bergantung pada ketersediaan pakan pabrik yang terkadang sulit dicari he.... Lebih dari itu, dengan menyediakan pakan alami yang dibudidayakan sendiri, maka akan berdampak baik pula pada lingkungan kita, karena lingkungan menjadi lebih asri. Sebagai contoh daun murbei. Jika kita menanam pohon murbei, maka lingkungan kita menjadi lebih asri dan buahnya juga kita makan he...
Pernahkan kita mengkonsumsi ikan dari laut atau sungai yang belum tercemaryang hidup secara liar.. rasanya tentu lebih nikmat he.... Nah.. mungkin dengan pakan alami rasa daging ikan akan jauh lebih nikmat, dan  itu yang kami rasakan dari ikan-ikan yang diberi pakan alami.

Memang tidak banyak, hanya beberapa jenis pakan yang kami coba budidayakan dan masih dalam skala kecil, namun perlahan akan terus kami kembangkan. Beberapa pakan yang coba kami budidayakan antara lain : 

1. Duckweed.  
Bentuknya kecil seperti bintang, tapi perkembangbiakannya cepat sekali, kami coba mengembangbiakkan di filter kolam koi, jadi kami tak pernah memberinya pupuk he...


Duckweed di filter kolam koi.


Duckweed tampak dari dekat.

2. Azola
Bentuknya lebih besar dari duckweed, perkembangannya juga cepat, kami mengembangbiakkannya di wadah khusus yang selalu ter-aliri air dari filter kolam sehingga tak perlu kita pupuk azola sudah berkembangbiak sendiri dengan subur.


Azola di wadah yang selalu ter-aliri air kolam.


Wujud azola (yang hijau tua)


3. Talas
Ada banyak jenis  talas, namun jenis talas yang seperti di foto di bawah ini yang kami tanam, daunnya bisa besar jadi benar-benar mantap. Selain untuk pakan, kami terkadang juga menyantapnya dalam bentuk oseng-oseng sayur he.. Bagi yang belum tahu, perlu hati-hati karena getahnya jika mengenai kulit bisa menyebabkan gatal.



Tanaman talas.


4. Murbei.
Sebenarnya, awalnya  kami juga tidak tahu jika ikan-ikan kami mau makan daun murbei, kami hanya iseng saja. Setelah kami tahu, sekarang kami sering memberinya, apalagi pertumbuhan pohon murbei cepat sekali jadi stock yang ada sangat banyak. 


Sekali pemangkasan bisa banyak.



Daun murbei yang habis dilahap.


5. Cacing tanah
Untuk cacing tanah memang belum bagitu sering kami memberinya pakan, karena kami masih dalam tahap belajar membudidayakan secara kecil-kecilan. Semoga saja usaha kami membudidayakannya bisa berhasil dan stock pakan kami semakin beragam dan melimpah untuk ikan-ikan kami.


Cacing tanah yang kami panen dari growbed akuaponik ibc


6. Sayuran sisa.
Tidak semua sayuran yang akan kita olah dalam kondisi baik, sayuran yang terlalu tua atau kondisinya memang tidak layak terkadang diberikan ke ikan atau ayam. Lebih dari itu, sayuran seperti bunga kol, saat panen menyisakan daun-daun tua yang tidak diolah, jadi daun-daun tersebut bisa diberikan ke ikan sebagai pakan alami.


Saat panen bunga kol akuaponik, daunnya untuk ikan.


7. Dan lain-lain.
Masih ada banyak pakan alami lain yang bisa kita kembangkan, dan kita akan terus mencari dan mencoba membudidayakannya, sehingga benar-benar bisa bermanfaat lebih untuk kita dan lingkungan kita.

Sekian dulu, mari membudidayakan ikan akuaponik kita dengan pakan alami...

Salam Akuaponik.

8 comments:

  1. Mas Nanang,, mw nanya.. gmna caranya menghitung jumlah ideal ikan dalam kolam..?? saya punya kolam ukuran 1X2 meter.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya untuk menghitung jumlah ideal saya tidak tahu secara pasti Pak, karena sekarang banyak metode pemeliharaan.. tapi berpedoman pada artikel-artikel yang pernah saya baca dan dari pengalaman dalam membangun akuaponik yang lebih alami, Untuk 1 m2 dengan kedalaman sekitar 50-70, untuk nila sebanyak 50 ekor sudah cukup, tapi mau lebih sampai 100 ekor bisa. Semakin banyak ikan boleh saja, tapi cenderung nantinya ikan tidak bisa besar Pak, dan jika tidak didukung filter yang baik akan lebih banyak masalah, karena amoniak yang juga semakin banyak...

      Trimakasih..

      Delete
  2. itu cacing awalnya dari mana mas?beli trus di taruh di GB?ato ada dgn sendirinya?jenis cacingnya apa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu itu saya diberi oleh teman di salah satu tempat pelatihan menanam organik, dan sampai sekarang berkembang biak.. Nah itu dia untuk jenisnya, mohon maaf saya kurang begitu paham.

      Delete
  3. mas nanang slemanya mana, klo boleh tau. sy jg sleman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya di Sardonoharjo, ngaglik... jalan kaliurang km 10 Mas...

      Delete
  4. Mas Nanang sy boleh minta skema aquaponiknya. Tuk filter seperti apa ya. Kalau sy bisa maen ke rumah mas, boleh minta ajar mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di setiap artikel terkait akuaponik sudah saya sertakan skemanya Mas, mungkin bisa di buka artikel sebelumnya he...
      Boleh Mas, monggo.. yang penting kabari sebelumnya tidak mendadak takutnya saya pas tidak di rumah.

      Delete