Sunday, 6 August 2017

Karena Oksigen (akuaponik)

Sejak awal berakuaponik, kami mengandalkan pengamatan terutama lewat indra penglihatan, hal ini tentu ada kelebihan dan kekurangan. Tapi kami tetap mempertahankan cara ini, supaya kami terbiasa dengan indra kami.
Sebelumnya di sini, kami mencoba mengamati pertumbuhan tanaman mulai dari yang tumbuh di dekat sumber air, tanaman yang sering tergenang, tanaman yang ditanam terlalu dalam, tapi kami tak menyimpulkan apa-apa, karena memang belum yakin he...

Ada pertanyaan yang terlintas, ketika kami menanam kangkung di akuaponik kolam fiber, hasilnya lumayan bagus dengan daun berwarna hijau tua sebagai tanda tidak kekurangan nutrisi, tapi sebelumnya, dengan sistem yang sama, kami menanam sawi hasilnya sangat mengecewakan, tanaman seperti jalan ditempat.


Kangkung bisa subur.


Sawi yang 'jalan ditempat'

Dua perbedaan ini menunjukkan kepada kami bahwa, sebenarnya nutrisi tersedia melimpah, hal itu dibuktikan dari tanaman kangkung yang bisa tumbuh baik. Pertanyaannya... apa penyebab perbedaan ini..?
Kami mengingat kembali pengamatan dan pengalaman kami. Tanaman bayam yang terlalu dekat sumber air dengan sistem pasang surut pertumbuhannya tidak bagus dibandingkan dengan yang jauh sumber air pada growbed yang sama. Tanaman bayam yang ditanam terlalu dalam, dengan sistem pasang surut pertumbuhannya juga kurang begitu bagus dibandingkan yang ditanam lebih dangkal. Pengalaman-pengalaman ini, jika dihubungkan dengan tanaman kangkung dan sawi tadi, sepertinya ada kemiripan meski dengan sistem yang berbeda.
Dari pengamatan dan pengalaman, akhirnya kami mencoba sesuatu yang lain lagi di akuaponik kolam fiber, untuk mencari titik terang he.... Kami menanam sawi lagi dan seluruh bagian akar terendam air. Kali ini, kami menyuplai oksigen dengan bantuan aerator ke growbed.


Mencoba lagi.

Seiring waktu, ada perbedaan pertumbuhan sawi dari yang kami coba sebelumnya dengan yang sekarang. Jika sebelumnya tanaman sawi tidak berkembang sama sekali sampai usia panen, dengan kata lain jalan ditempat, sekarang berbeda. Meski terlihat daun sedikit menguning, tapi tanaman sawi bisa tumbuh besar, bahkan hampir sama dengan tanaman sawi yang ditanam di tanah dari semaian yang sama. 
Di lain sisi, ada sesuatu yang juga kami dapatkan yaitu bahwa, pertumbuhan tanaman sawi ternyata tidak merata. Tanaman yang ditanam terdiri dari 4 baris, baris paling kanan, tanaman tumbuh paling besar dan semakin ke kiri semakin mengecil. Pemandangan ini tentu unik, tapi memberikan kami informasi penting. Jika kita gambarkan seperti di bawah ini, paling kanan baris 1, tumbuh paling besar, baris 2 lebih kecil dari baris 1, baris 3 lebih kecil dari baris 2 dan baris 4 tumbuh paling kecil.

 

Nah sekarang bisa kita lihat pertumbuhan tanam sawi di bawah ini, tentu menarik bukan he...




Sebenarnya perbedaan itu secara tidak sengaja terjadi. Kami sengaja meletakkan penyuplai oksigen di bawah baris 1, berharap aliran air yang menuju ke kiri akan serta membawa oksigen. Meskipun terjadi, tapi ternyata oksigen yang terbawa mungkin tidak begitu banyak hal ini dilihat dari pertumbuhan tanaman. Dan baris 1 yang di bawahnya langsung disuplai oksigen, pertumbuhannya paling bagus sedangkan baris 4 yang paling jauh dari sumber oksigen, pertumbuhannya paling lambat.
Bagi kami, pengalaman ini semakin memperjelas bahwa, oksigen memegang peranan sangat penting dalam pertumbuhan tanaman, khususnya dalam akuaponik, terlepas dari nutrisi yang melimpah.
Semoga pengalaman selanjutnya akan semakin memperkaya pengalaman kami. Memang secara teori sudah banyak dipaparkan, tapi tidak ada salahnya kami mencoba dan mencoba, belajar dan belajar.

Mohon maaf bila banyak kekurangan, niat kami ingin berbagi pengalaman...

Salam akuaponik

Wana Wana