Sunday, 10 September 2017

Menanam Bawang Putih Akuaponik

Sejak eyang buyut tinggal bersama kami, kami sering ngobrol tentang masa lalu terutama disaat liburan panjang sekolah, dimana saya sering ikut eyang buyut (simbok) ke ladang. Saat ikut 'simbok', saya lebih banyak bermain seperti mencari ikan atau jangkrik he... Masa kecil di desa sungguh sangat menyenangkan.
Pada suatu hari, kami ngobrol tentang tanaman bawang, tepatnya bawang putih. Simbok bercerita, dulu beliau sering menanam bawang putih dan hasilnya bagus-bagus. Cerita itu mengusik pikiran saya, karena yang saya tahu, daerah simbok adalah daerah pegunungan kapur yang terkenal dengan daerah yang sulit air, tanahnya merah, banyak batu kapur dan panas. Memang sempat terlintas dalam ingatan saya di masa lalu waktu ikut menyiram sayuran di ladang, ada banyak tanaman bawang yang dipagari bambu kecil yang dibelah. Simbok menyarankan agar saya menanam bawang merah dan putih, katanya biar lengkap, tapi benar juga apa kata simbok he...
Tanpa basa basi, mumpung simbok lagi semangat berbagi pengalamannya, akhirnya saya meminta beliau mengajarkan cara menanam bawang putih. Saya langsung mengambil bawang putih di dapur dan meminta simbok memberikan arahan.


Memilih dan memilah bawang putih.

Sesuai arahan simbok, 
1. Pilih bawang putih yang bagus, mulus dan besar. 
2. Bawang yang terpilih dipotong sekitar 1/4 bagian atas (dibuang/buat masak), bagian bawah yang ada bagian keras-kerasnya tempat tumbuh akar yang ditanam. 
3. Bagian bawah yang akan ditanam, jangan sampai bagian kerasnya sebagai calon tumbuh akar hilang.
4. Tancapkan bawang putih ke media tanam jangan sampai tenggelam dan jangan ditutup media.
5. Biarkan dan tunggu sampai tunas bermunculan he...


Menancapkan bawang putih ke media tanam.

Karena simbok tidak begitu paham tentang akuaponik jadi langkah berikutnya saya ambil alih he... Penanaman bawang putih ini saya lakukan di akuaponik kolam koi, dengan media tanam pasir malang dan sistem pengairan dengan pasang surut dibantu siphon apung. Selesai menanam, tentu berharap tunas-tunas muda akan segera bermunculan. 
Seperti biasa, pagi hari sepulang olahraga pagi, saya selalu ke kebun untuk melihat tanaman dan hewan peliharaan sekaligus memberi mereka makan. Entah  berapa hari setelah tanam, ada tunas yang mulai muncul dan itu membuat hati ini senang. Hari-hari berikutnya selalu saya lihat, tunas yang muncul ternyata tidak bersamaan, yang membuat saya galau, beberapa bawang putih sudah terlihat mulai membusuk, tapi tetap saya biarkan saja tidak dicabut. Dan ternyata, meski bagian atas mulai seperti membusuk, tapi tetap ada yang tumbuh. Sampai hari ke-10 setelah penancapan/penanaman, ada 5 bawang putih yang tumbuh dengan ukuran berbeda-beda. Meski tidak banyak, tapi ada yang tumbuh itu sebuah pengalaman yang berguna.


Mulai tumbuh.



Ada 5 yang sudah tumbuh.


Meski belum tahu apakah nanti bisa berhasil, yang penting untuk saat ini bisa tumbuh itu sudah menyenangkan he... 

Sekian dulu ya... nanti saya bagikan lagi perkembangannya...