Sunday, 19 October 2014

Update - Gubuk Aquaponik (Kolam Fiber)


Kelanjutan dari artikel Gubuk Akuaponik, di sini akan saya bagikan skema, teknik menanam dan perkembangan dari "anggota" gubuk akuaponik  khususnya akuaponik kolam fiber. 


Skema akuaponik kolam fiber

Di akuaponik kolam fiber tersebut ada 3 model media tempat menanam, yaitu di pralon, box jerigen dan di ember cat bekas, dan ketiganya untuk media tanamnya menggunakan tanah untuk lapisan atas.


Menanam di pralon...
Media tanam di pralon menggunakan arang untuk lapisan bawah dan tanah / pupuk kandang untuk lapisan atas. Tempat untuk menanam menggunakan gelas bekas minuman air mineral dengan lubang di bagian bawah untuk masuknya air dan juga untuk perakaran. 
Media tanam di pralon
Menanam di box jerigen...
media tanam di box jerigen terdiri dari 3 lapisan yaitu krakal (paling bawah), arang kayu (tengah) dan tanah/pupuk kandang (paling atas). Air dari kolam dialirkan menggunakan selang, dengan posisi selang masuk sampai di lapisan krakal, hal ini untuk menjaga supaya tanah tidak hanyut. Air dijaga hanya sebatas arang dan tanah akan selalu basah karena kapilaritas. 

Media tanam di box jerigen

Menanam di ember cat...
Sama seperti di box jerigen, media tanam di ember cat terdiri dari 3 lapisan yaitu krakal (paling bawah), arang kayu (tengah) dan tanah/pupuk kandang (paling atas). Untuk air masuk dan keluar disalurkan melalui satu pipa, hal ini karena media ember dan box jerigen saling terhubung sehingga air dari kolam dialirkan melalui box jerigen. Untuk media tanam di ember tersebut, lapisan tanahnya sengaja dibuat lebih banyak/tebal.

Media tanam di ember cat



Perkembangan Tanaman.

Saya bagikan perkembangan tanaman dari waktu ke waktu, ada yang subur ada yang tidak, tapi justru dari situlah dapat saya pelajari.

Perkembangan tanaman di pralon...


Slada muda mulai terlihat.

Terlihat hijau menggoda.

Tumbuh dengan baik tapi tidak sesuai harapan.

Semakin jelas slada kekurangan nutrisi.

Awal merancang penuh dengan harapan, semoga slada dapat tumbuh dengan baik, dan memang benar, di saat-saat awal pertumbuhan, semua terlihat baik, tanaman terlihat hijau dan subur. Saat usia tanaman semakin bertambah, perkembangannya terasa lambat, jika dibandingkan dengan slada yang ditanam di akuaponik box ibc dan itu sangat jelas. 
Suatu hari pada saatnya panen, istri saya yang kebetulan sangat suka makan slada mengatakan, bahwa slada yang ditanam di pralon terasa kurang enak dan keras. Dari laporan itu, saya berfikir sepertinya ada yang salah, setelah coba saya cek memang ada yang kurang wajar dengan akar-akar slada tersebut. Lubang yang saya buat di dasar gelas mungkin menjadi penyebabnya, lubang yang saya buat kurang banyak, sehingga akar tidak dapat keluar dan hanya berkumpul di dalam gelas tersebut, tentu saja nutrisi tanaman sangat  sangat kurang. 


Akar tidak bisa bergerak keluar mencari nutrisi.



Perkembangan tanaman di jerigen...


Awal-awal penanaman.

Semua terlihat subur.

Bawang merah dan terong tumbuh subur.

Panen bawang merah.

Hasil ujicoba bawang merah akuaponik pertama.

Akhirnya terongpun berbuah.

Untuk penanaman di jerigen, ada yang berhasil dan ada yang gagal, dan tanaman yang coba saya tanam adalah bawang merah, terong dan cabe teropong. Pada awal penanaman semua pertumbuhan terlihat sangat baik dan subur, bahkan saya dan istri sangat senang melihat pertumbuhannya. 

Bawang merah...
Untuk bawang merah, meskipun ada yang gagal, tapi dapat saya katakan ujicoba penanaman bawang merah berhasil. Saya dan istri sebenarnya belum pernah mencoba menanam bawang merah, tapi karena keinginan yang besar maka saya harus mencobanya. Seperti yang terlihat di foto, bawang merah terlihat menyenangkan, atas keberhasilan ini, tentu  nanti saya akan menanam dengan jumlah yang lebih banyak lagi he....

Terong...
Untuk terong, sebenarnya ada 2 tanaman, akan tetapi yang satu terpaksa saya cabut, karena mengganggu pertumbuhan bawang merah, maklum tempat yang sempit he.. Pertumbuhan terong cukup bagus, akan tetapi, pada saat mulai berbunga dan mekar, bunga selalu rontok dan itu yang membuat saya hampir putus asa. Jujur... saya sampai bingung, apa yang salah dengan terong ini, mungkinkah ada nutrisi yang kurang... Setiap hari, pagi sebelum berangkat kerja dan sore setelah pulang kerja tak luput dari pantauan saya, setelah beberapa kali berbunga dan selalu rontok, saya mencoba menggoyang-nggoyangkan pohonnya dan juga meniup saat bunga mekar sempurna, berharap terjadi pembuahan, dan tetap saja selalu gagal. Karena sudah putus asa, akhirnya saya tak pedulikan lagi, bahkan ada rencana akan saya bongkar. Beberapa hari bahkan minggu saya tak pedulikan lagi, karena fokus pada kelahiran putra ke-dua. 
Dan suatu hari secara tak sengaja saya melihat sesuatu yang berbeda, terong berbunga lagi, dan setelah beberapa hari ternyata tidak rontok, bahkan bonggol dari bunga terlihat semakin membesar.. dan ketika itu saya yakin pasti terjadi pembuahan...dan... tralalala.........ternyata benar, setelah beberapa hari muncullah buah terong... 
akhirnya setelah melewati proses yang panjang dan hampir putus asa, terong akuaponik berbuah juga bahkan langsung 3 buah, dan sebentar lagi, keluarga kecil kami akan segera menikmati terong akuaponik...he.... 

Cabe teropong... 
Awal pertumbuhan cabe terlihat subur, akan tetapi seiring perjalanan, saat mulai berbunga cabe mulai diserang penyakit, dan bungapun rontok. Kecewa tentu saja, tapi dari situlah saya mulai mencari penyebab mengapa bisa terjadi. Melihat tanah yang cenderung basah/becek, tentu kondisi tersebut kurang baik untuk cabe tersebut, itu hanya dugaan saya, karena cabe tidak terlalu suka tanah yang basah berlebihan apalagi terus menerus, mungkin jika medianya krakal murni akan beda kondisinya. Jadi untuk cabe teropong dinyatakan gagal... he..he...


Perkembangan tanaman di ember cat...

Biji tomat yang sudah tumbuh.

Semakin dewasa.

Tanaman bayam yang tumbuh sendiri.

Buah yang mulai terlihat

Beberapa buah sudah besar dan mulai matang.
Tanaman buah yang kita tanam setelah dewasa tidak perlu kita siram, karena dilapisan tanah bagian dalam terdapat air melimpah, sehingga akar bergerak menuju ke sana untuk mendapatkan air. Itulah inspirasi mengapa saya mencoba menerapkan akuaponik dikombinasikan dengan tanah. Media yang saya pakai di dalam ember cat tersebut bagian atas saya isi dengan tanah, dibandingkan dengan di pralon, dan di jerigen, lapisan tanah di ember cat jauh lebih banyak. 
Sejak awal memasukkan biji tomat ke dalam ember, sama sekali tanah tidak pernah saya siram bahkan sampai sekarang sampai buah bermunculan dan mulai matang. Dengan adanya aliran air di dasar ember, pemikiran saya air akan perlahan meresap ke atas ke lapisan tanah, dengan begitu tanah meskipun tidak disiram akan selalu dalam kondisi basah, tentu saja tanah lapisan atas tidak terlalu basah dibandingkan dengan lapisan-lapisan di bawahnya.
Untuk pertumbuhan tanaman, mungkin di saat-saat awal pertumbuhan, akar masih mendapatkan nutrisi dari tanah bagian atas, akan tetapi seiring pertumbuhan, saya meyakini akar-akar dari tanaman tomat akan bergerak menuju lapisan tanah bagian bawah yang kaya air dan tentunya kaya nutrisi yang dibawa air dari kolam ikan. Melihat banyaknya buah, dan besarnya tanaman tomat, saya semakin yakin jika akar tanaman tomat mendapatkan nutrisi dari air kolam yang saya alirkan di dasar ember. Dan yang lebih meyakinkan lagi, ada banyak tanaman bayam yang tumbuh sangat subur di ember, dan setelah saya panen dengan mencabutnya, akar dari bayam-bayam tersebut sangat basah dan sangat panjang, kemungkinan akar tersebut mencapai dasar ember.

********

Dari pengalaman ketiga media yang telah saya terapkan, dan ketiganya melibatkan tanah dalam akuaponik, ada hal penting yang saya dapatkan dari kombinasi tersebut. Pengalaman tersebut adalah soal ketebalan lapisan tanah. Lapisan tanah yang tipis, tentu akan membuat tanah tersebut selalu dalam kondisi basah, dan kondisi tersebut mungkin cocok untuk tanaman seperti sawi, bawang merah, slada, dan beberapa tanaman sayuran daun yang lain. Untuk lapisan tanah yang tebal saya kira akan lebih cocok untuk semua tanaman, bahkan tanaman sayuran buah seperti tomat yang saya coba, karena untuk lapisan tanah tebal kondisinya sangat mirip dengan kondisi alam yang sebenarnya. 

Apakah pengalaman saya ini benar.. kita lihat nanti, saya akan mencoba beberapa tanaman lain...


3 November 2014

Media tanam bekas penanaman bawang merah sudah kosong,  kebetulan ada beberapa benih sayur yang tumbuh di box ibc 1, iseng saya pindah, diluar dugaan sayuran tersebut tumbuh dengan subur, dengan daun berwarna hijau tua. Pengaruh tanah dilapisan paling atas rupanya punya peranan yang besar.


Media bekas tanaman bawang merah.


15 November 2014

Setelah panen slada di pralon yang kurang bahkan jauh dari kata memuaskan, saya mencoba untuk menanam kobis di akuaponik, maklum rasa penasaran yang begitu besar he... Pengalaman dari kejadian dengan menggunakan gelas plastik bekas minuman tidak ingin terulang, kali ini pralon langsung diisi dengan arang. 
Sebenarnya selain sayuran kobis, ada cabe dan terong yang ikut saya tanam, akan tetapi karena pengairan pasang surut yang kurang berjalan sempurna, tanaman cabe tidak dapat berkembang dengan baik. Seiring waktu, akhirnya bell siphon saya copot, dan lebih memeilih sistem NFT, sekalian untuk mencoba, karena belum pernah saya menerapkan sistem tersebut.


Mencoba menanam kobis. 

Meskipun lambat, tanaman dapat tumbuh dengan baik, tapi sayang.. seperti yang terjadi pada umumnya, daun terlihat agak menguning pertanda kekurangan nutrisi, tapi hal tersebut saya biarkan karena saya ingin melihat apa yang terjadi sampai nanti saatnya dipanen. Tapi jujur saja, semua terlihat sangat menarik dan cantik, tidak ada hama yang mencoba mendekat, berbeda dengan tanaman kobis yang saya tanam di kebun (di tanah), kobis hancur diserang ulat. Semoga saja ada hasil yang bisa kami santap di meja makan bersama istri dan anak kami tercinta.


Semakin membesar..

Seiring waktu kuning daun mulai menghilang.


Untuk menanam kobis ini, saya gunakan media arang kayu, dan sedikit batu split, tujuannya selain untuk menopang akar, harapannya bisa sebagai tempat bakteri berkembang biak. Memang terlihat jelas, pada awal pertumbuhan kuning pada daun sangat terlihat, tapi itu tak menyurutkan niat saya untuk terus sabar menunggu tentu dengan merawatnya. Hari berganti hingga suatu saat saya mengamati lebih detail lagi, dan ternyata.. pada semua tanaman kobis, daun yang baru (bagan atas) tidak nampak lagi warna kuning. Saya mulai berfikir, mungkinkan bakteri berkembang biak dengan baik. O iya untuk pengairan, aliran saya buat kecil, jadi air hanya mengalir di dasar pralon, dan arang menjadi basah karena proses kapilaritas. 


23 November 2014

Melihat atap plastik pada bagian atas kolam fiber yang terlihat menghitam rasanya membuat resah, karena pasti hal tersebut mengurangi intensitas sinar yang masuk. Setelah berhari hari selalu hujan deras, akhirnya kemarin sore saat ada waktu, saya mencoba meluangkan waktu untuk membersihkan atap plastik yang menghitam, sekaligus memotong ranting pohon mangga yang mulai menghalagi. Tak sengaja saat di atas mencoba melihat ke bawah... o..o..o.. ternyata melihat akuaponik dari atas jauh lebih cantik, tanpa pikir panjang langsung turun untuk mengambil kamera he.... 

Beginilah penampakan dari atas... he...he...

9 Desember 2014

Beberapa hari sempat berpikir, gimana caranya menikmati ikan nila dengan enak, karena selama ini keluarga kami hanya menggorengnya, dan itu rasanya kurang begitu nikmat. Akhirnya.. saat libur kerja pada hari Minggu, terpikirkan untuk membuat sop ikan. Dengan penuh semangat menuju kolam ikan akuaponik dan menangkap 4 ekor ikan lumayan agak besar, sebenarnya tidak tega, tapi saya yakin mereka mati toh untuk kebaikan, bukan untuk disiksa trus dibuang he...

Setelah matang, Istri yang langsung melahap 2 ekor.. 2 lagi jatah untuk saya, Si Kecil tidak dibagi karena masih "netek" he..he... Ada hal menarik yang tak terduga.. saat Istri menyantap, dia bilang daun kemanginya sangat enak, dan kenapa menarik, karena selama ini Istri tidak suka daun kemangi..
Mungkinkah daun kemangi akuaponik memiliki rasa yang lebih enak... ?  Silahkan mencoba menanamnya di akuaponik dan merasakannya sendiri he...


Lezatnya sop ikan bertabur daun kemangi akuaponik..


Nikmatnya daun kemangi akuaponik..


21 Desember 2014

Setelah melewati proses yang lama tanpa perawatan, tanaman kobis tidak juga bisa "nge-crop", kemungkinan besar daerah saya memang kurang cocok. Meskipun begitu, keluarga saya sempat merasakan nikmatnya daun kobis akuaponik, sebelum akhirnya "dibabat" oleh kawanan tikus yang kelaparan. Sedih iya.. tapi semua telah terjadi, jadi tak perlu disesali he...



Tikus-tikus berpesta dengan menu utama kobis ha..ha...

Inilah ikan penghuni kolam fiber.









Bersambung...

39 comments:

  1. Salam aquaponik Om, saya numpang mampir.
    itu sop ikannya bikin ngiler. kalo boleh,saya minta resepnya.
    pengen nyoba buat.

    kalau kemangi akuaponik menurut saya memang lebih enak Om, lebih manis.

    matur nuwun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai haloo Mas Maman... salam akuaponik juga....
      Ah.. yang bener Om... tapi emang enak lo Om... sugerrr...hehe
      Kata Istri resepnya..: bawang merah, bawang putih, kunir, jahe, asem, salam, blimbing wuluh, gula, garam, kemangi, mau pedes dikasih cabe he... (jangan pake vetsin ya Om he...)
      Semua bumbu diiris trus direbus sampai mendidih, baru ikan dimasukkan, terakhir kasih kemangi...
      Tapi istri gak tau takarannya Om, katanya "feeling aja" besok kalo bikin lagi tak minta tolong biar dicatat berapa kebutuhan Om hehe..

      Iya ya Om... kemangi akuaponik memang enak.. dan teksturnya tidak keras.. bahasa halusnya "lemah lembut" hehe

      Makasih Om Maman... Salam Akuapnik..

      Delete
    2. makasih Om, resepnya. sudah di save.

      biasanya kalo bosen di goreng ikannya coma saia kukus/steam saja.
      jadi sekarang ada alternatif baru...

      menurut pranoto mongso dan kata orang, bulan2 kemarin memang sulit. terutama banyak hama. sampek mutung saia, kena ulat terus. nft tak biarkan nganggur hehe......

      makasih Om, mari semangat...

      Delete
    3. Sama-sama Om Maman...
      Itu juga resep istri dari sumatra hehe.. kalo saya suka tambah kecap dikit maklum orang jogja he..he..

      Mungkin itu bentuk keseimbangan alam ya Om.. binatang seperti ulat dll, perlu menikmati masa indahnya pada bulan bulan tertentu he..
      Jangan mutung Om... dinikmati sambil diamati, memang kadang sedih juga he..he...

      Sekarang pun masih banyak hama Om, tapi saya mencoba amati karena di sekitar hama ada beberapa hewan yang sepertinya menjadi predator hama tersebut, beberapa tanaman terong yang ada hama perlahan-lahan habis setelah kedatangan hewan predator tersebut he...

      Semangat juga Om...
      Terimakasih kembali Om mamanabee

      Delete
    4. Wuih..membayangkan kebun aquaponiknya, bikin sy makin pingin cepet nyoba bikin juga... Belom kesampean krn kesibukan. Minta saran ya mas nanang...modal saya adalah aquarium bekas dg kapasitas ± 60 liter kalo full, jirigen minyak 5literan, ember cat 25kg, ember cat 5kg, pralon yg diameternya ±10cm, pralon kecil2..kira2 apa lg yg masih kurang? Buat pompa, sy hrs pilih yg bagaimana?apakah hrs beratap? Kira2 rancang bangunnya kaya gmn mas...sy kok belum punya gambaran ya...mohonbantuannya mas, matur suwun sebelumnya

      Delete
    5. Terimakasih Mbak Lily...
      Maaf sebelumnya Mbak, itu akuaponik mininya akan diletakkan di dalam atau di luar ruangan, jika di luar tentu akan banyak ditumbuhi lumut, tapi kalo di dalam ruangan akan butuh lampu khusus untuk tanaman..
      Untuk ukuran akuarium denga kapaitas 60 liter, saya kira sulit untuk menerapkan sistem yang kompleks, bukan berarti tidak bisa he.., karena media tanam paling tidak ukurannya volumenya10%-20% dari ukuran kolam/akuarium, lebih dari itu tentu bisa menghabiskan air di akuarium.
      Mungkin jalan yang bisa ditembuh adalah memanfaatkan ember cat 25 kg sebagai filter/pengendapan, kemudian media tanam menggunakan pralon.. tapi tentu tanaman tidak bisa terlalu banyak.
      Mungkin kalo mau, air dari akuarium dialirkan ke ember 25 kg, tapi posisi ember lebih tinggi dari akuarium, dari ember cat dialirkan ke pralon dengan gaya grafitasi, nah fungsi ember cat sebagai pengendapan kotoran sekaligus penguraian oleh bakteri, jadi air ke pralon sudah bersih dan diharapkan amoniak sudah menjadi nitrat yang bisa dimanfaatkan tanaman.. Nah di dalam ember cat sendiri juga perlu didesain dengan mengalirkan air ke dasar ember dan yang dialirkan ke pralon diambil air yang bagian atas.
      Untuk pompa, karena hanya 60 liter saya kira kalo ada pilih pompa minimal 100 liter/jam (100L/H) tapi saya kurang tahu itu ada tidak.. jangan lupa harus dilihat juga berapa ketinggian maksimal yang dapat dijangkau pompa... jadi nanti harus menyesuaian berapa ketinggian ember cat terhadap akuarium....
      Mungkin itu gambarannya Mbak Lily.. mau saya sket, gak tau kirim ke mana gambarnya he...

      Delete
  2. Wah...sebenarnya penjelasan teknis mas Nanang sudah panjang kali lebar kali tinggi lho...tapi mungkin dasar saya ga 100% nyanthol kalo ga ada yg visual, jd berharap ada sketnya...:D. Bisa dikirim ke ummu.qonit@gmail.com mas...
    Sementara sy jawab dulu pertanyaan mas nanang (spt sy yg konsultan ya..heheh). Aquaponik mini saya rencananya diletakkan di luar, di area yg kena matahari langsung. jd diberi atap tu utk mencegah tumbuh lumut ya? Lumut yg dicegah tumbuhnya, yg di media tanam? Kalo yg di aquarium kan bermanfaat buat pakan ikan, tho mas? Apakah lumut yg dicegah itu sifatnya menganggu? Lha kalo lampu khusus tanaman, apa fungsinya menggantikan sinar matahari? Kalo di area yg terang/outdoor tp matahari ga menyorot langsung, Gimana mas? Tempatnya di teras belakang jd sdh ada plafonrumah sbg atap. Apa itu bisa mencegah lumut tumbuh?
    Wah, seneng rasanya berguru sama orang yang tlaten menjelaskan spt mas nanang ni....
    Maaf ya mas, sy menobatkan diri jadi murid panjenengan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ha..ha… mosok gak nyantol 100% …??
      Ok nanti saya coba bikin sket sebagai gambaran ya Mbak…

      Maksud saya, kalo akuarium biasanya diambil keindahannya jadi jangan sampai banyak lumut he..he… Sebenarnya atap bukan untuk mencegah lumut (itu kalo saya), karena atapnya juga transparan jadi lumut akan tetap ada dan memang bagus untuk pakan ikan, cuma ya itu, lumut di akuariumpun nanti juga akan mengurangi nutrisi yang seharusnya mengalir ke tanaman.… kalo di media tanam, untuk mencegah lumut kita desain agar air tidak mencapai permukaan.
      Kalo saya memakai atap plastik transparan, itu biar kalo hujan deras tanaman tidak meluluh lantahkan tanaman, selain itu, kolam & growbed juga lebih awet…
      Harusya matahari langsung Mbak… kalo hanya terang, pasti nanti tanaman akan berusaha tumbuh mencari matahari langsung makanya ada istilah kutilang seperti saya he…he…
      Alangkah baiknya dicoba langsung Mbak, dengan kita mengalami langsung justru kita akan semakin berkembang, kan yang tahu lokasinya Mbak Lily sendiri, jadi nanti bisa menganalisa sendiri mana yang cocok, yang penting kita sudah memahami secara teori, kan kadang teori tak sesuai praktek… ha…haa…

      Wkk…wkk… kayak sekolah aja Mbak pake murid & guru…. Kitasaling berbagi saja Mbak… he..he…
      Makasih..makasih...

      Delete
  3. O, ya.. Kalo buat dipiara di aquarium saya, cocoknya ikan apa ya? Sy pinginnya bukan ikan bias, tp ikan yg bisa dipanen buat lauk....lumayan lauk murah dan sehat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo masalah ikan, selera aja Mbak lily.. kalo saya suka nila karena dagingya enak he... tapi ya karena tempatnya kecil kemungkinan ikannya tidak bisa besar, tapi yang penting ikan sehat itu sudah bagus... itu kalo menurut saya.. hehe...

      Terimakasih...

      Delete
  4. Salam Tuan.
    Saya ingin memulakan perniagaan tanaman tumbuhan dalam air.Menerusi pembacaan blog Tuan ,saya berminat untuk menjemput Tuan untuk mengusahan perniagaan ini Di Malaysia Di harap Tuan boleh hubungi saya Nazri di Talian mobile 011 23542275 pada kadar segera
    Terima Kasih Tuan.

    ReplyDelete
  5. Salam kembali Tuan..

    Terimakasih untuk apresiasi dan penawarannya...

    Terimakasih Tuan Nazri..

    ReplyDelete
  6. Mas Nanang

    terimakasih atas semua info nya di blog ini - ini blog yg paling informatif dan terbaik utk aquaphonic

    mohon masukan Mas nanang - saya tinggal di Tangsel - kebetulan ada lahan tidur sekitar 300 meter - saya lagi pikir pembagian lahan yg optimal untuk ayam dan aquaphonik, dan peternakan cacing

    Kira2 utk kandang ayam berapa luas mas? kolam ikan kalau 2,2 x 1,5 x 60 cm dalam - ikan nila berapa banyak idealnya?

    Pakan ikan - pakai apa biasanya ?

    saya pikir - daun sayur busuk + limbah dapur/domestik - utk cacing - kompos - cacing bisa sebagian utk kebun dan ikan/ayam

    ada syaran / masukan mas?

    salam dr

    feri w - tang sel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Ferijanto..
      terimakasih juga untuk apresiasinya, kami juga merasa senang pengalaman kami bisa bermanfaat...

      Lahan yang lumayan besar juga Mas he... harus bisa dimanfaatkan secara optimal...
      Jujur saya kurang begitu berpengalaman dalam hal luasan terutama untuk kandang ayam..
      Tapi jika misalnya saya dihadapkan kondisi seperti itu, yang akan saya lakukan adalah melihat posisi matahari, saya tidak akan mendirikan bangunan/kandang yang dapat menghalangi masuknya sinar matahari pagi karena itu sangat penting terutama untuk tanaman.
      Mungkin yang petama tentukan dulu kolam dan juga lokasi untuk menanam.. Baru nanti kandang ayam dan cacing..

      Untuk luas kandang ayam saya kurang paham, tapi saya kira tergantung berapa banyak ayam yang akan dipelihara. saran saya ayam2 tersebut jangan dikondisikan seperti di penjara, biarkan ayam bebas tapi masih dalam kandang, karena dengan cara itu ayam akan lebih sehat..
      Untuk ikan nila, dari pengalaman 1 x 1 m persegi bisa di atas 50 ekor ukuran besar, kalo ukuran yang Mas sebutkan mungkin bisa 200 ekor, bisa lebih banyak tapi tentu saja di dukung filter yang bagus, kalo tidak tentu akan kurang baik juga untuk pertumbuhan ikan..

      Nah untuk pakan ikan, karena luas lahan cukup besar, Mas Feri bisa menanam berbagai tanaman sebagai pakan ikan dan ayam, seperi talas, daun pepaya, bisa juga membuat bak khusus untuk mengembangbiakkan azola untuk pakan ikan... Mungkin pelet kalo bisa hanya sebagai pelengkap saja..

      Jika nanti sistem sudah terbangun , tanaman sudah banyak, tentu akan ada dedaunan kering, itu bisa dimanfaatkan untuk cacing.

      Kalo saya memberi saran bangun perlahan satu persatu dulu, misal kita bangun kolam dulu untuk akuaponik, lakukan sampai tuntas dan berjalan, jika sudah mantap dan berjalan baik, baru berkembang dengan menambah kandang ayam, itu juga dipastikan selesai baru melaju ke cacing.. Dari pengalaman, jika semua dikerjakan secara serentak kita tidak bisa fokus, hasilnya akan setengah2, terkadang bisa membuat stres...

      Demikian Mas, maaf jika banyak kekurangan karena saya juga masih belajar..

      Trimaksih
      Salam dari Jogja..

      Delete
  7. Salam kenal om , saya numpang nanya

    1.apakah tanaman stroberi bisa tumbuh di aquaponik ? , kalau bisa dgn metode apa ?

    2.apakah pompa nyala 24jam ?

    Cukup sekian pertanyaan saya , mohon pencerahannya.

    Terima kasih .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga Mas Riki..

      1. Bisa Mas, metode pasang surut lebih cocok untuk berbagai macam tanaman, bisa denga metode lain, hanya saja karena akuaponik sangat bergantung pada fungsi bakteri, jadi penuhi dahulu filter yang baik.
      2. Kalo yang saya lakukan pompa nyala 24 jam, karena hanya pompa kolam jadi konsumsi listrik juga tidak terlalu banyak, tapi ada juga yang menggunakan model timer.

      Demikian Mas.. Trimakasih.

      Delete
  8. Sudah mulai ada rasa kuathir karena ketinggalan kereta yang lajunya terlalu cepat,maklum wis koyo bekicot...wkwkwk. Mas Nanang tolong ksh tahu cara simpen file blog yang sdh di posting dari awal supaya bisa bolak-balik dibaca trs dipraktekkan alon-alon. Boleh kan minta sama Ayahnya Dik Tirtha yang baik, ngrayu nih yeee...!
    Swn banget atas repot-repot & repotnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seharusnya tidak perlu ada rasa kuatir Pak, karena setiap langkah harus disadari & dinikmati he.. Untuk simpan file jalan satu-satunya memang harus dicopy paste Pak. Untuk download tidak ada aplikasinya, atau saya yang belum tahu Pak... he... Maaf lo Pak...

      Trimakasih..

      Delete
  9. Mas penanaman di pralon, pralonnya bisa diganti tidak Dengan bambu? Hehehe ngirit duit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seharusnya bisa Mas,perlu untuk dicoba. Suatu saat saya juga pengen mencoba he..

      Trimakasih

      Delete
  10. Mas nanang.. maaf saya banyak tanya. Saya masih bingung itu dri growbed derigen dan ember cat lalu ke siphon apung nya gimanaa? Apa ada sketsa skematik nya dilihat dri samping? Saya bingung pemipaan nya..

    Makasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak papa Mas.... Dipararel Mas, coba lihat di artikel akuaponik kolam koi II ( http://wana-wana-blogger.blogspot.co.id/2015/04/akuaponik-kolam-koi-jilid-ii.html ), ada skema untuk pararel Mas...

      Trimakasih..

      Delete
  11. mas kalau aqua gelas dilubangin di samping tunbuh besar gak ? hehe...maaf banyak tanya..

    terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asal lubangnya banyak saya kira bisa Mas, kalo terlalu sedikit, akar yang keluar juga akan sedikit sehingga penyerapan nutrisi menjadi berkurang, saya pernah juga melakukan hal itu, karena lubang hanya sedikit, akar hanya menumpuk di dalam gelas, akibatnya pertumbuhan menjadi terganggu..

      Trimakasih...

      Delete
  12. Salam kenal om, salam Aquaponik...
    sya mau tanya :
    apakah Aquaponiknya masih memakai duckweed untuk filter air kolam?
    saya juga tertarik untuk mencobanya. tapi saya sudah cari kesawah, setu, dan kubangan air, tapi belum ketemu juga sama duckweed. kalau mas Nanang masih punya, boleh coba bibitnya mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga Om Musa Hirja, maaf baru sempat balas...

      Untuk duckweed sudah tidak di filter, dulu ditempatkan di filter karena belum punya gambaran, sekarang sudah ditempatkan di growbed sendiri, tapi aliran air tetap dari kolam, jd kalo sudah banyak langsung bisa untuk pakan.

      Kalo ducweed masih ada sedikit tapi tercampur dengan azola... kalo memang berkenan bisa saya kirim tapi mungkin tidak banyak... kirim alamatnya saja via email Mas..

      Trimakasih..

      Delete
    2. maaf baru balas..
      iya mas saya mau banget di kirimin ducweed soalnya udah dicari kemana2 belum dapat.
      sudah saya kirim alamatnya by email..terimakasih banyak sebelumnya.

      Rencana duckweednya mau sya tempatkan di bak pengendapan.

      sekalian sya mau tanya;
      Aquaponik sya bermasalah dengan banyaknya kotoran dari kolam ikan. sampai-sampai tanaman tidak mau tumbuh mungkin karena terlalu banyak kotoran dari kolam ikan (saya tanam ikan lele), yang kelihatan berkembang hanya tanaman kangkung. tanaman sawi (sistem rakit apung), bayam merah, cabe & tomat (sistem pasang surut dengan media kerikil), semua tidak berkembang, malah pada mati. jadinya air sya sirkulasi dulu ke bak pengendapan & filter, baru kemudian ke tanaman.

      Apakah tidak berkembangnya tanaman di karenakan kelebihan nutrisi dari kolam ikan atau kelebihan amoniak?
      bagaimana cara mengatasi jentik nyamuk pada netpot dalam sistem rakit apung?

      mohon masukannya ya mas. sya belajar Aquaponik dari internet, salah satunya dari blog ini jadi tidak ada yang membimbing langsung

      Delete
    3. Iya Mas, tadi sudah saya balas emailnya.
      Mungkin lebih baik duckweed & azolanya dibuatkan wadah sendiri tapi masih terintegrasi dengan kolam Mas, itu akan lebih baik karena perkembangannya cepat sekali..

      Bisa jadi memang demikian Mas, akibat banyaknya kotoran yang tidak terproses dengan baik oleh bakteri di dalam filter sehingga yang terjadi justru yang tidak diharapkan. Jika boleh tau berapa ukuran kolam, jumlah ikan dan sistem filternya menggunakan apa & berapa volumenya, dari situ nanti kita coba analisa Mas...
      Untuk jentik di rakit apung mungkin bisa dikasih ikan kecil Mas, coba dikasih ikan cupang, tapi pastikan filternya baik, supaya ikannya tidak mati.

      Ditunggu balasannya Mas he...

      Trimakasih..

      Delete
    4. Terimakasih mas sudah balas emailnya.
      ukuran kolam ikan P=1,2m, L=1m, T=1m jumlah ikan 300ekor (sekalian mencoba padat tebar). waktu itu air dari kolam langsung sya alirkan ke sistem pasang surut dengan media kerikil, kemudian di alirkan ke sistem rakit apung setelah itu kembali lagi ke kolam ikan.

      pada media kerikil (pasang surut), sya tanam kangkung, cabe & bayam merah. (yang tumbuh sumbur hanya tanaman kangkung. tanaman cabe mati, bayam merah tidak bekembang).
      pada media rakit apung sya tanam sawi hijau (tidak berkembang, kemudian layu & mati).

      saat ini saya sedang merubah desain aquaponiknya.
      Kolam ikan saya berikan 6 titik gelembung udara, kemudian air saya alirkan ke tong pengendapan pertama dengan volume 150liter (dengan metode swirl filter), kemudian saya alirkan ke bak pengendapan kedua & ketiga berupa tong/drum plastik kapasitas 200liter yang saya belah menjadi 2 bagian. selanjut nya saya alirkan ke bak dengan media filter batu zeoilit (kapasitas bak 75 liter), selanjut nya saya aliran ke media filter dengan sistem baki shower. setelah itu baru saya alirkan ke media tanaman sistem pasang surut, rakit apung & NFT.
      Rencananya tanaman Duckweed sya tempatkan pada media pengendapan dua & tiga. dengan maksud supaya dukcweed bisa ikut menyerap amoniak & untuk tambahan pakan ikan.

      Begitulah desain ulang yang sedang sya buat. dengan harapan saya bisa budidaya ikan dengan padat tebar sekaligus budidaya tanaman dengan sistem aquaponik.

      Tolong ya mas kasih masukan & koreksinya... Terimakasih

      Delete
    5. Trimakasih Mas Musa...
      Setidaknya pengalaman kegagalan pertama sangat berarti, karena pengalaman adalah guru.. setuju kan Mas he...
      Memang seperti itulah mas, jika padat tebar tapi tidak menggunakan filter, sudah pasti tanaman akan banyak yang gagal karena yang diserap sebagian besar masih amoniak buan nitrat.

      Untuk desain yang baru saya kira lebih dari cukup untuk filternya, hanya kalo boleh usul, mungkin bak pengendapan yang akan diisi duckweed bisa dikasih media tapi mungkin hanya 1/4 atau 1/2 saja biar nitrifikasi lebih sempurna..

      Kalo boleh minta foto kirim email ya Mas, mungkin desainnya...

      Trimakasih..

      Delete
  13. Setuju mas.. krn itu sya trus berusaha... sya belajar Aquaponik slah satunya dr blog ini..blajar bkin bell siphone contohnya beberapa kali gagal..ehhehe

    untuk bak pengendapan yang akan sya isi duckweed, baiknya dikasih media apa?

    setting aquaponiknya belum slesai mas.. maklum sya kerjakannya nyicil pas libur kerja aja. nnti klo dah selesai sya kirim via email

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang sudah berhasil belum Mas hehe...

      Karena duckweed & azolanya mengambang jadi lebih baik dikasih kerakal aja Mas, punya saya subur banget, tapi jangan sering dikuras...

      Nanti saya kirim azola & duckweednya kalo dah jadi ya Mas...

      Trimakasih..

      Delete
    2. ok siap mas, jadi untuk proses nitrifikasi, wadah untuk kembang biak duckweed ditambah kerikil 1/4 atau 1/2 nya dari wadah tersebut ya....

      Mudah2an awal bulan februari dah jadi

      Terimakasih sarannya mas

      Delete
    3. Bell Siphone sudah berhasil mas, berfungsi dengan baik..

      Delete
    4. Iya Mas... biar nutrisi untuk duckweed lebih banyak jadi bisa lebih subur...

      Sip Mas.. semoga segera terwujud.. tapi jika dalam perkembangan merasa kurang sreg/cocok, bisa dimodifikasi sendiri tanpa meninggalkan fungsi utamamya..

      Trimakasih..

      Delete
  14. Mas nanang, cakep bgt mas view atas nya, seger ijo2..itu tanaman air ijo2 yg ngambang duckweed ato azolla?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mas... ada azola ada duckweed juga mas he..

      Delete
  15. mas... jika tanaman ini akan diterapkan pada tumbuhan tomat apa bisa?
    jika bisa kelembaban tanahnya berapa sampek berapa Celcius?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksudnya menerapkan sistem akuaponik untuk tanaman tomat Mas.. ? Bisa mas, akuaponik yang dikembangkan tidak pake tanah Mas, pake media bisa pasir malang, kerikirl, pecahan genting, arang kayu, dll, untuk kelembapan jujur saya kurang begitu tahu, karena memang kita tidak pernah melakukan pengukuran..

      Trimakasih..

      Delete